Google+ Badge

Rabu, 23 Maret 2016

Puisiku-Tuhan

TUHAN
(Tika Santika)

Gerah lelah diriku
Nafas tinggal dua hembusan
Langkah sudah tak ada
Cakap sudah sirna
Hanya ada campur bimbang bersiteru
Dimana sesungguhnya alamat-Mu ?
            Rumahmu tak beratap
            Namun tak basah diguyur hujan
            Tak panas dibakar matahari
            Tak pernah kau lapar
            Kau tahu sekali, karena disetiap pasar
            Kau tak pernah ku jumpai
Lantas kalau begini
Sebaiknya aku harus berbenah
Sering berdoa tak membunuh

Imajinasi yang kotor

Jumat, 01 Januari 2016

Komunikasi Bahasa

KOMUNIKASI BAHASA
MAKALAH
diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan mata kuliah Indonesian Writing yang dibina oleh Bapak Heri Jauhari, Drs, M.Pd
Oleh
Tika Santika
NIM 3145040068
D-3 BI/1/B





FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG

2015







KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahuwata’ala. Salawat dan salam kita kirimkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Sallallahu-alaihiwasallam, karena atas hidayah-Nyalah makalah ini dapat diselesaikan.
Makalah ini penulis sampaikan kepada pembina mata kuliah Indonesian Writing Bapak Heri Jauhari, Drs, M.Pd. sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah tersebut. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah berjasa mencurahkan ilmu kepada penulis mengajarkan Terampil Mengarang.
Penulis memohon kepada Bapak dosen khususnya, umumnya para pembaca apabila menemukan kesalahan atau kekurangan dalam karya tulis ini, baik dari segi bahasanya maupun isinya, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun kepada semua pembaca demi lebih baiknya karya-karya tulis yang akan datang.

Bandung, 11 Mei 2015
Penulis









DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR – i
DAFTAR ISI – ii
ABSTRAK – iii
A.    PENDAHULUAN – 1
1.      Latar Belakang Masalah 1
2.      Rumusan Masalah 1
B.     PEMBAHASAN – 2
1. Hakikat Bahasa 2
2. Fungsi Bahasa 3
3. Hakikat Komunikasi 6
4. Komunikasi Bahasa – 6
5. Keistimewaan Bahasa Manusia – 7
C.  SIMPULAN – 8
DAFTAR PUSTAKA – iv











ABSTRAK
Fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau alat interaksi yang hanya dimiliki manusia. Di dalam kehidupan bermasyarakat, sebenarnya manusia dapat juga menggunakan alat komunikasi lain, selain bahasa. Namun, tampaknya bahasa alat komunikasi yang paling baik, paling sempurna, dibanding dengan alat-alat komunikasi lain; termasuk juga alat komunikasi yang digunakan para hewan. Oleh karena itu, untuk memahami bagaimana wujud komunikasi dilakukan dengan bahasa ini, terlebih dahulu akan dbicarakan apa hakikat bahasa, apa hakikat komunikasi, kemudian baru dibicarakan apa bagaimana komunikasi bahasa itu, serta apa dan bagaimana kelebihannya dari alat komunikasi lain. Dengan menggunakan bahasa, manusia dapat menyampaikan gagasan, pikiran, maupun perasaan kepada lawan bicara, karena itu bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Di dalam bahasa yang digunakan penutur juga mengandung makna yang bermacam-macam.
Kata kunci : Komunikasi, Hakikat, Bahasa, Alat, Manusia.


















DAFTAR PUSTAKA

Chaer, Abdul. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Freska, Anastasya. 2013. Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia : https://freezcha.wordpress.com/2009/09/25/fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia/
                  












A.    PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Sebagai alat komunikasi dan alat interaksi yang hanya dimiliki manusia, bahasa dapat dikaji secara internal maupun secara eksternal. Kajian secara internal, artinya, pengkajian itu hanya dilakukan terhadap struktur intern bahasa itu saja, seperti struktur fonologisnya, struktur morfologisnya, atau struktur sintaksisnya.
Kajian secara internal ini akan menghasilkan perian-perian bahasa itu sajatanpa ada kaitannya dengan masalah lain diluar bahasa. Kajian internal ini dilakukan dengan menggunakan teori-teori dan prosedur-prosedur yang ada dalam disiplin linguistic saja, sebaliknya, kajian secara eksternal, berarti, kajian itu dilakukan terhadap hal-hal atu factor-faktor yang berada diluar bahasa yang berkaitan dengan pemakaian bahasa itu oleh para penuturnya di dalam kelompok-kelompok sosial kemasyarakatan.
Pengkajian eksternal ini akan mengasilkan rumusan-rumusan atau kaidah-kaidah yang berkenaan dengan kegunaaan dan penggunaan bahasa tersebut dalam segala kegiatan manusia. Pengkajian secara eksternal ini tidak hanya menggunakan teori dan prosedur linguistik saja, tetapi juga menggunakan teori dan prosedur  disiplin lain yang berkaitan dengan penggunaan bahasa itu, misalnya, disiplin sosiologi, disiplin psikologi, dan disiplin antropologi.
Penggunaan bahasa itu sangat berpengaruh dalam segala sesuatu yang dilakukan baik langsung maupun tidak langsung, bahasa itu menjadi komunikasi setiap harinya dan selalu berperan atasnya.

2.      Rumusan Masalah
1.      Apa fungsi Komunikasi Bahasa ?
2.      Apa Keistimewaan Bahasa Manusia ?



B. PEMBAHASAN

1. Hakikat Bahasa
Kalau kita membuka buku linguistik dari berbagai pakar akan kita jumpai berbagai rumusan mengenai hakikat bahasa. Rumusan-rumusan itu kalau dibuturi akan menghasilkan sejumlah ciri yang merupakan hakikat bahasa. Ciri-ciri yang merupakan hakikat bahasa itu, antara lain, adalah bahwa bahasa itu sebuah sistem lambing, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi. Berikut dibicarakan ciri-ciri tersebut secara singkat.
Bahasa itu bersifat produktif, artinya, dengan sejumlah unsur yang terbatas, namun dapat di buat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas. Umpamanya, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan W.J.S. Purwadarminta bahasa Indonesia hanya mempunyai lebih kurang 23.000 buah kata : tetapi dengan 23.000 buah kata itu dapat dibuat jutaan kalimat yang tidak terbatas.
Bahasa itu bersifat dinamis, maksudnya, bahasa itu tidak terlepas dari berbagai kemungkinan perubahan itu dapat terjadi pada tataran apa saja : fonologis, morfologis, sintaksis, semantic, dan leksikon. Yang tampak jelas biasanya adalah pada tataran leksikon.
Bahasa itu beragam artinya, meskipun sebuah bahasa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama, namun karena bahasa itu digunakan oleh penutur yang heterogen yang mempunyai latar belakang sosial dan kebiasaan yang berbeda, maka bahasa itu menjadi beragam, baik dalam tataran fonologis, morfologis, sintaksis, maupun pada tataran leksikon.
Bahasa itu bersifat manusiawi. Artinya, bahasa sebagai alat komunikasi verbal hanya dimiliki manusia. Hewan tidak mempunyai bahasa. Yang dimiliki hewan sebagai alat komunikasi, yang berupa bunyi atau gerak isyarat, tidk bersifat produktif dan tidak dinamis. Dikuasai oleh para hewan itu seara instingtif, atau secara naruliah. Padahal manusia dalam menguasai bahasa bukanlah secara instingtif atau naluriah, melainkan dengan cara belajar. Tanpa belajar manusia tidak akan dapat berbahasa.

3.      Fungsi Bahasa
Bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti, alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep, atau juga perasaan. Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), “ Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.” Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah.
Dari defenisi di atsa maka dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah amat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol  bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa  Indonesia artinya kandang atau tempat. Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.

a.        Sebagai alat untuk berkespresi

Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada dan pikiran kita, sekurang-kurangnya dapat memaklimkan keberadaan kita. Misalnya seperti seorang penulis buku, mereka akan menuangkan segala seseuatu yang mereka pikirkan ke dalam sebuah tulisan tanpa memikirkan si pembaca, mereka hanya berfokus pada keinginan mereka sendiri, contohnya : mamapu mrngungkapkan gambaran, maksud, gagasan, dan perasaan.
Sebenarnya ada 2 unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu:
1.       Agar menarik perhatian orang lain terhadap kita;
2.       Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.

b.        Sebagai alat komunikasi

Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. Menurut Keraf (1997:4), “Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri.” komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain.
Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli atau menanggapi hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita. memberikan nuansa lain pada bahasa kita, misalnya, nuansa keilmuan, nuansa intelektualitas, atau nuansa tradisional.

c.       Alat untuk mengadakan imtegrasi dan adaptasi sosial

Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati.
d.      Sebagai alat kontrol sosial

Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran, buku-buku instruksi, ceramah agama (dakwah), orasi ilmiah atau politik adalah contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Selain itu, kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio, iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik.
.




4.        Hakikat Komunikasi
Salah satu fungsi bahasa seperti yang dibicarakan di atas adalah sebagai alat komunikasi atau alat interaksi. Lalu, masalah kita sekarang adalah: apakah komunikasi atau alat interaksi. Lalu, masalah kita sekarang adalah : apakah komunikasi itu. Menurut Chaer (dalam Webster s New Collagiate Dictonary : 1981: 225) mengatakan,
“Communication is a process by which information is exchange between individuals through a common system of symbols, sign, or behavior (Komunikasi adalah proses pertukaran informasi atau antar individual melalui sistem symbol, tanda, atau tingkah laku yang umum).”
Kalau disimak batasan di atas, maka kita dapat tiga komponen yang harus ada dalam setiap proses komunikasi, yaitu (1) pihak yang berkomunikasi, yakni pengirim dan penerima informasi yang dikomunikasikan, yang lazim disebut partisipan; (2) informasi yang dikomunikasikan; dan (3) alat yang digunakan dalam komunikasi itu.

5.        Komunikasi Bahasa
        Ada dua macam komunikasi bahasa yakni komunikasi searah dan komunikasi dua arah. Dalam komunikasi searah, si pengirim tetap sebagai pengirim, dan si penerima tetap sebagi penerima. Komunikasi searah ini terjadi, misalnya, dalam komunikasi yang bersifat memberitahukan, khotbah di masjid atau gereja, ceramah yang tidak di ikuti tanya jawab, dan sebagainya. Dalam komunikasi dua arah, secara berganti-ganti si pengirim bias menjadi penerima, dan penerima bias menjadi pengirim. Komunikasi dua arah ini terjadi, misalnya, dalam rapat, perundingan, diskusi, dan sebagainya.
       Bahasa itu dapat mempengaruhi perilaku manusia. Maka kalau si penutur ingin mengetahui respon si pendengar terhadap tuturannya, dia bias melihat umpan balik, yang dapat berwujud perilaku tertentu yang dilakukan pendengar setelah mendengar tutur si pendengar. Dengan demikian, umpan balik berfungsi sebagai sistem mengecek respon, yang jika diperlihatkan si penutur dapat menyesuaikan diri dalam menyampaikan pesan/tuturan berikutnya. Tentu saja umpan balik ini hanya ada pada  
        Komunikasi bahasa atau komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai alatnya mempunyai beberapa kelebihan disbanding dengan jenis komunikasi lainnya, termasuk komunikasi yang berlaku pada masyarakat hewan. Komunikasi dengan gerak isyarat tangan yang berlaku untuk orang bisu tuli dan komunikasi membaca gerak bibir yang juga berlaku untuk bisu tuli sudah tidak dapat digunakan lagi dalam keadaan gelap atau tidak ada cahaya, karena kedua jenis komunikasi itu sangat mengandalkan penglihatan mata untuki menangkap dan memahami bahasa gerak tangan dan bahasa bibir itu. Sedangkan komunikasi-bahasa masih dapat digunakan meskipun dalam keadaan gelap sekalipun. Malah dengan bantuan alat-alat modern dewasa ini sistem komunikasi-bahasa telah dapat menebus jarak dan waktu.

6.        Keistimewaan Bahasa Manusia
        Hakikat bahasa sebagai bahasa dan bahasa sebagi alat interaksi sosial sudah dibicarakan pada subbab diatas. Begitu juga hakikat komunikasi sebagai suatu sistem yang dimiliki manusia maupun yang ada pada dunia hewan. Berikut ini kita lihat bagaimana kelebihan atau keistimewaan bahasa sebagai alat komunikasi
1.      Bahasa itu menggunakan jalur vocal auditif.
2.      Bahasa dapat tersiar ke segala arah
3.      Lambang bahasa yang berupa bunyi itu cepat hilang setelah di ucapkan.
4.      Partisipan dalam komunikasi bahasa dapat saling berkomunikasi (Interchangeability)
5.      Lambang bahasa itu dapat menjadi umpan balik yang lengkap
6.      Komunikasi bahasa mempunyai spesialisasi.
7.      Lambang-lambang bunyi dalam komunikasi bahasa adalah bermakna atau merujuk pada hal-hal tertentu.
8.      Hubungan antara bahasa dengan maknanya bukan ditentukan oleh adanya suatu ikatan antara keduanya.
9.      Bahasa sebagai alat komunikasi manusia dapat dipisahkan menjadi unit satuan-satuan, yakni, kalimat, kata, morfem, san fonem.
10.  Rujukan yang sedang dibicarakan dengan bahasa tidak harus selalu ada pada tempat dan waktu kini.
11.  Bahasa bersifat terbuka.
12.  Kepandaian dan kemahiran untuk menguasai aturan-aturan dalam kebiasaan-kebiasaan berbahasa manusia diperoleh dari belajar, bukan melalui gen-gen yang dibawa sejak lahir.
13.  Bahasa dapat digunakan untuk menyatakan yang benar atu yang tidak benar, atau juga yang tidak bermakna secara logika.
14.  Bahasa memiliki dua subsistem, yaitu subsistem bunyi dan subsistem makna, yang memungkinkan bahasa itu memiliki keekonomisan fungsi.
15.  Ciri terakhir adalah bahasa itu dapat digunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri.

C.    SIMPUALAN
         Bahasa pada dasarnya sudah menyatu dengan kehidupan manusia. Aktivitas manusia sebagai anggota masyarakat sangat bergantung pada penggunaan bahasa masyarakat setempat. Gagasan, ide, pikiran, harapan dan keinginan disampaikan lewat bahasa. Selain fungsi bahasa diatas, bahasa merupakan tanda yang jelas dari kepribadian manusia dan binatang. Melalui bahasa yang digunakan manusia dan binatang, maka dapat memahami karakter, keinginan, motif, latar belakang pendidikan, kehidupan sosial, pergaulan dan adat istiadat manusia dan binatang, serta ragam bahasanya yang banyak dipergunakan.